DEMI MERAHPUTIH INDONESIA KAMI INGIN JADI ORANG JUJUR

26 Aug 2009

resizeofcoverindonesianflag

1. Cinta dalam Perjuangan

Alasan apa yang membuat Bung Karno rela dipenjara selama empat tahun di Sukamiskin setelah pledoinya yang berjudul Indonesia menggugat ditampik pengadilan kolonial pada 22 Desember 1930 dan gerakan kemerdekaannya dianggap meresahkan pemerintah Hindia Belanda saat itu ? Alasan apa yang membuat Bung tomo, membakar surabaya dengan orasinya pada 10 November 1945 ketika Inggris ingin merebut kedaulatan Indonesia yang telah merdeka ? enam belas ribu rakyat dan pejuang gugur dalam pertempuran itu dan surabaya menjadi Inferno, kota kematian. Alasan apa pula yang membuat Jendral Soedirman rela memimpin grilya saat menghadapi agresi militer Belanda tahun 1948 ? Ia keluar masuk hutan, merentas rute panjang dari Semarang sampai Jogja selama tujuh bulan dengan paru paru yang hanya berfungsi sebelah. Ketika diminta untuk tidak lagi berperang karena faktor kesehatannya, Pak Dirman menjawab, Yang sakit itu Soedirman, panglima besar tidak pernah sakit Pertanyaan pertanyaan tadi kemudian terakumulasi menjadi sebuah pertanyaan besar, atas alasan apa seluruh pahlawan kita berkorban habis habisan dengan harta dan nyawa disaat sebagian orang mengagung agungkan dan berebut mendapatkannya.

Tidak lain semua itu dipertaruhkan demi sesuatu yang dianggap sangat sakral oleh manusia pertama didunia sampai manusia terakhir menjelang kiamat nanti, yaitu CINTA. Cinta kata Khalil Gibran, sebagaimana ajal dapat mengubah segalanya. Karena cinta seorang pengecut bisa menjadi pemberani, seorang budak bisa menjadi raja. Sebuah negara terjajah bisa merdeka. Maka tidak heran kalau pahlawan pahlawan yang telah disebut diatas dengan gigih berjuang sampai kemerdekaan tercapai. Mereka rela mandi keringat dan darah agar kelak anak cucunya tidak lagi mengalami kepahitan hidup seperti mereka serta tercapai kesejahteraan disegala bidang.

2. Pemahaman Cinta yang salah kaprah

Namun tidak seperti para pendahulunya, pada masa kemerdekaan ini, terdapat orang orang yang salah kaprah memaknai arti cinta. Mereka mencampur adukan sesuatu yang buruk, sarat muatan negatif, merugikan bahkan menghancurkan kemudian membalutnya dengan embel embel cinta hingga terkesan memiliki citra baik.

Satu hal paling cocok untuk dijadikan contoh adalah masalah kejujuran. Berapa banyak orang bertindak tidak jujur dinegri ini dengan mengatas namakan cinta ? Mahasiswa mahasiswa yang mencopy paste tugas akhir dari internet tanpa sedikitpun memiliki kreatifitas untuk melakukan pengeditan atau menyontek setiap kali ujian, mengatakan secara langsung atau tidak langsung hal itu dilakukan dilakukan demi cintanya pada diri, almamater dan orang tua. Ia berdalih ingin segera lulus dan berkarya dimasyarakat. Namun yang ada hanya blunder. Kalau mahasiswa mahasiswa bisanya cuma jadi tukang plagiat dan tukang nyontek yang lahir kemudian adalah golongan sarjana kertas. Mereka yang bertitle sarjana tapi sama sekali tidak memiliki kopetensi pada ilmu pengetahuan yang telah mereka pelajari dikampus. Akibatnya lulusan perguruan tinggi terjun di dunia nyata bukan untuk mengabdi tapi untuk mengeruk keuntungan. lahirlah koruptor koruptor baru dinegri ini. sarjana fakultas hukum terlibat jual beli hasil putusan dengan pengacara dan terdakwa, sarjana fakultas teknik memanipulasi anggaran proyek, sarjana fakultas ekonomi terlibat suap di bank tempatnya bekerja, sarjana fakultas kedokteran dibayar dengan uang jutaan setelah menggugurkan kandungan wanita hamil diluar nikah.

Bisa dibayangkan karena salah kaprah memaknai arti cinta menyebabkan ketidak jujuran, hingga menempatkan Indonesia pada posisi lima besar dunia dalam hal tilep menilep duit negara. Bangsa Indonesia sudah terlampau malu dengan anekdot yang mengatakan kalau nanti diakhirat tingkat korupsi tiap negara diukur dengan cepat atau lambatnya putaran jarum jam yang masing masing mereka miliki. Ketika malaikat bertanya dimana jam milik Indonesia, penghuni akhirat menunjuk arah dapur, malaikat bertanya lagi kenapa ? mereka menjawab jam milik Indonesia berputar sangat kencang hingga bisa dijadikan kipas angin.

3. Kembali Pada Fitrah Cinta

Karena itu mulai sekarang harus dihentikan segala ketidak jujuran pada level manapun. Cinta harus dikembalikan pada porsinya yang benar. Baik mahasiswa, pelajar atau siapapun, dituntur berani memutuskan mata rantai yang selama ini menjadi lingkaran setan. Mulai saat ini transparansi, kebenaran dan moral harus dikedepankan dalam tiap tindakan. kita awali saja dari hal hal paling kecil seperti tidak berbohong ketika berbicara, tidak menyontek ketika ujian, mencantumkan sumber data dalam tiap tugas makalah dan tidak asal copy paste. Karena dengan bertindak demikian kita telah menghidupkan cinta yang telah dijujung oleh para pahlawan seperti Soekarno, Sutomo dan Soedirman, yang menurut ungkapam Gibran dapat merubah segalanya. Itulah cinta sejati. ia menjaga, melindungi, membela dan membebaskan bagi diri, keluarga, lingkungan dan negaranya. ia hadir untuk membangun dan merekonstruksi, memperbaiki dan memperbaharui disetiap lini kehidupan.

Barangkali ada orang berkata, sia sia saja bertindak jujur, toh penyelewengan ada dimana mana. Namun Bagi para pemilik cinta sejati, tidak ada kesia siaan dalam perjuangan, kesia siaan muncul bila cinta telah dikhianati dengan tidak mau melakukan perjuangan melalui tindakan nyata. Dengan makin banyaknya orang bertindak demikian, diharapkan lahir pioneer pioneer yang dapat mengganti generasi lama yang telah bobrok dan karatan mentalnya. Mereka dengan bangga serta penuh harga diri mengatakan pada dunia, demi cinta kami pada merah putih Indonesia, kami selalu bertindak jujur

Sumber :

Buku

  1. Bisri, M, 2007, Puisi Puisi Cinta Khalil Gibran, Yogyakarta : GRHA PUSTAKA
  2. Lubis, Nina H, 2006, Biografi R Soepriadinata (1905-1949) : Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Penelitian Universitas Padjajaran
  3. Sutomo, 2008, Menembus Kabut Gelap BUNG TOMO MENGGUGAT Pemikiran, Surat dan Artikel Politik (1955-1980), Jakarta Selatan : Transmedia Pustaka

Majalah

  1. Angkasa Edisi Koleksi, 2007, Icon Of The World Kisah Kepemimpinan 16 Ikon Dunia

Web site

  1. http://www.dakwatuna.com/2009/jenderal-kaji-itu-seorang-panglima-perang/
  2. http://rajasidi.multiply.com/journal/item/2404/SejarahIndonesia_10._November_1945_Mengapa_Inggris_Membom_Surabaya_2


TAGS merah putih indonesiaku di blogdetik


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post